Cara menghitung turnover karyawan dapat membantu HR mengetahui persentase pergantian tenaga kerja dalam periode tertentu. Perusahaan dapat menghitungnya setiap bulan, kuartal, maupun tahun sesuai kebutuhan analisis.
Perhitungan ini membutuhkan dua informasi utama, yaitu jumlah karyawan yang keluar dan rata-rata jumlah karyawan selama periode pengukuran. Hasilnya berupa persentase yang dapat perusahaan gunakan untuk membandingkan perubahan turnover dari satu periode ke periode lainnya.
Namun, angka turnover sebaiknya tidak berdiri sendiri. HR tetap perlu melihat alasan karyawan keluar, divisi, masa kerja, serta jenis turnover agar dapat memahami kondisi tenaga kerja secara lebih lengkap.
Rumus Dasar Menghitung Turnover Karyawan
Perusahaan dapat menghitung turnover karyawan dengan membagi jumlah pekerja yang keluar selama periode tertentu dengan rata-rata jumlah pekerja pada periode tersebut. Setelah itu, kalikan hasilnya dengan 100%.
Rumusnya adalah:
Turnover Rate = (Jumlah Karyawan Keluar ÷ Rata-Rata Jumlah Karyawan) × 100%
Sementara itu, perusahaan dapat memperoleh rata-rata jumlah karyawan melalui rumus sederhana berikut:
Rata-Rata Karyawan = (Jumlah Karyawan Awal + Jumlah Karyawan Akhir) ÷ 2
Perusahaan perlu menggunakan periode yang konsisten. Jika ingin menghitung turnover tahunan, misalnya, HR perlu menggunakan informasi jumlah karyawan dan pekerja yang keluar pada periode tahunan yang sama.
Cara Menghitung Turnover Karyawan
1. Tentukan periode perhitungan
Pertama, tentukan periode yang ingin dianalisis. Misalnya, perusahaan ingin mengetahui tingkat turnover selama satu tahun.
2. Hitung jumlah rata-rata karyawan
Misalkan perusahaan memiliki 100 karyawan pada awal tahun dan 96 karyawan pada akhir tahun.
Rata-rata karyawan:
(100 + 96) ÷ 2 = 98 karyawan
Jadi, rata-rata jumlah tenaga kerja selama periode tersebut adalah 98 orang.
3. Catat jumlah karyawan yang keluar
Selama periode yang sama, terdapat 8 karyawan yang keluar dari perusahaan.
Angka tersebut kemudian menjadi pembilang dalam perhitungan turnover.
4. Masukkan angka ke dalam rumus
Setelah memperoleh seluruh informasi, perhitungannya menjadi:
Turnover Rate = (8 ÷ 98) × 100%
Turnover Rate = 8,16%
Dengan demikian, tingkat turnover perusahaan pada periode tersebut sekitar 8,16%.
Bagaimana Membaca Hasil Perhitungannya?
Hasil 8,16% berarti jumlah pekerja yang keluar selama periode tersebut setara dengan sekitar 8,16% dari rata-rata jumlah tenaga kerja perusahaan.
Namun, HR tidak sebaiknya langsung menilai angka tersebut sebagai tinggi atau rendah. Kondisi setiap industri, perusahaan, jabatan, dan periode dapat berbeda.
Perusahaan dapat memperoleh informasi yang lebih berguna dengan membandingkan hasil secara konsisten. Misalnya, HR membandingkan turnover tahun ini dengan tahun sebelumnya atau melihat perbedaan antar divisi.
Selain itu, perusahaan dapat memisahkan voluntary turnover dan involuntary turnover ketika membutuhkan analisis yang lebih spesifik. Pemisahan tersebut membantu HR memahami jenis pergantian tenaga kerja yang paling banyak terjadi.
Gunakan Data yang Konsisten dalam Perhitungan
Ketepatan hasil sangat bergantung pada kualitas informasi yang perusahaan gunakan. HR perlu memastikan jumlah pekerja aktif dan jumlah pekerja yang keluar berasal dari periode serta definisi yang konsisten.
Penggunaan aplikasi absensi online dapat membantu perusahaan memiliki catatan kehadiran pekerja secara lebih terstruktur sebagai bagian dari administrasi tenaga kerja. Namun, HR tetap membutuhkan catatan kepegawaian untuk menentukan jumlah pekerja aktif dan karyawan yang keluar.
Perusahaan juga perlu menetapkan definisi turnover yang digunakan dalam laporan internal. Dengan begitu, HR tidak mengubah metode setiap periode dan dapat membuat perbandingan yang lebih konsisten.
Kesimpulan
Cara menghitung turnover karyawan dapat menggunakan rumus jumlah karyawan yang keluar dibagi rata-rata jumlah karyawan, kemudian dikalikan 100%. Dalam contoh perusahaan dengan rata-rata 98 pekerja dan 8 orang keluar, tingkat turnover mencapai sekitar 8,16%.
Setelah memperoleh hasil, HR perlu melihat konteks di balik angka tersebut. Perbandingan antarperiode, jenis turnover, divisi, masa kerja, dan alasan keluar dapat membantu perusahaan melakukan analisis tenaga kerja secara lebih menyeluruh.
