Coba bayangkan kamu berdiri di lahan bekas tambang. Di depan mata, permukaan tanah terlihat tidak beraturan, sebagian area masih gersang, sementara alat berat perlahan meninggalkan lokasi. Lalu muncul satu pertanyaan besar, setelah mineral keluar dari bumi, apa yang perusahaan tinggalkan untuk lingkungan dan masyarakat?
Di sinilah reklamasi tambang dalam ESG mulai punya cerita yang jauh lebih besar. Reklamasi bukan sekadar menanam pohon agar area tambang terlihat hijau, tetapi menjadi bagian penting dari cara perusahaan menunjukkan tanggung jawab lingkungan, kepedulian sosial, dan tata kelola yang serius.
ESG sendiri mencakup tiga aspek utama, yaitu Environmental, Social, dan Governance. Ketiganya mendorong perusahaan untuk mengelola dampak bisnis secara lebih bertanggung jawab, sehingga keberhasilan pertambangan tidak hanya terlihat dari produksi, tetapi juga dari kondisi lingkungan dan masyarakat setelah aktivitas tambang berjalan.
Peran Reklamasi Tambang dalam Aspek Environmental
Dalam aspek Environmental, reklamasi tambang berhubungan langsung dengan pemulihan kualitas tanah, air, vegetasi, dan ekosistem. Tim reklamasi dapat menata kembali lahan, mengendalikan erosi, memperbaiki kondisi media tanam, serta memilih tanaman yang sesuai dengan karakteristik lokasi.
Kementerian ESDM mencatat realisasi reklamasi pada 2023 mencapai 7.920,77 hektare atau 111,95% dari target 7.075 hektare. Angka tersebut menunjukkan bahwa reklamasi memiliki posisi penting dalam pengelolaan pertambangan Indonesia. (Kementerian ESDM)
Selain itu, Kepmen ESDM Nomor 344.K/MB.01/MEM.B/2025 menempatkan revegetasi, pekerjaan sipil, pemantauan lingkungan, serta kriteria keberhasilan yang terukur dalam pedoman teknis reklamasi dan pascatambang. (JDIH ESDM)
Reklamasi dan Kepedulian Sosial
Aspek Social mengajak perusahaan melihat dampak pertambangan dari sudut pandang masyarakat sekitar. Setelah kegiatan tambang berakhir, masyarakat tetap membutuhkan lingkungan yang aman, akses ekonomi, dan peluang pemanfaatan lahan yang memberikan manfaat jangka panjang.
Karena itu, perusahaan perlu menghubungkan reklamasi dengan kebutuhan masyarakat. ESDM juga menekankan kesinambungan program pascatambang dan pemberdayaan masyarakat agar manfaat kegiatan pertambangan tidak berhenti ketika produksi berakhir. (Kementerian ESDM)
Tata Kelola Menentukan Keseriusan Perusahaan
Reklamasi juga masuk ke aspek Governance karena perusahaan membutuhkan perencanaan, pendanaan, pengawasan, dokumentasi, dan evaluasi yang jelas. Tanpa tata kelola yang kuat, target penghijauan bisa terlihat bagus di atas kertas, tetapi hasil lapangannya belum tentu bertahan lama.
IFC juga mendorong perusahaan memasukkan rencana penutupan tambang sejak tahap awal proyek, menyediakan pendanaan berkelanjutan, melibatkan masyarakat, serta menjalankan pemantauan setelah tambang berhenti. (IFC)
Cocomesh Mendukung Reklamasi yang Lebih Terarah
Saat perusahaan menghadapi lahan miring atau area yang rentan mengalami erosi, cocomesh dari Rumah Sabut dapat menjadi salah satu material pendukung reklamasi. Jaring sabut kelapa ini membantu menahan media tanah pada permukaan lereng sekaligus mendukung proses pertumbuhan vegetasi.
Penggunaan cocomesh tentu perlu menyesuaikan kondisi lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan, serta rancangan teknik konservasi. Dengan perencanaan yang tepat, material alami seperti cocomesh dapat melengkapi strategi reklamasi dan membantu perusahaan mengejar target lingkungan secara lebih terarah.
Kesimpulan
Pada akhirnya, reklamasi tambang dalam ESG bukan sekadar urusan membuat lahan kembali hijau. Reklamasi memperlihatkan bagaimana perusahaan menjaga lingkungan, memperhatikan masyarakat, dan membangun tata kelola yang bertanggung jawab.
Karena itu, perusahaan perlu memandang reklamasi sebagai bagian dari perjalanan bisnis sejak awal, bukan pekerjaan yang baru muncul ketika tambang mendekati akhir masa operasi. Untuk mendukung pengendalian erosi dan pertumbuhan vegetasi, cocomesh dari Rumah Sabut dapat menjadi pilihan material alami yang melengkapi strategi reklamasi sesuai kebutuhan lapangan.

Saya adalah seorang content writer yang memiliki minat dalam bidang penulisan dan terus mengembangkan kemampuan untuk menghasilkan artikel yang informatif serta berkualitas. Melalui setiap tulisan, saya berupaya menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan mudah dipahami sehingga dapat memberikan manfaat sekaligus pengalaman membaca yang lebih baik bagi pembaca.
